GUBERNUR KALTENG PIMPIN APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA KESIAPAN PENANGGULANGAN KARHUTLA

GUBERNUR KALTENG PIMPIN APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA KESIAPAN PENANGGULANGAN KARHUTLA

Share

Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran memimpin Apel Gabungan Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020 di halaman Mapolda, Palangka Raya, Sabtu (4/06/2020).

Apel ini digelar dalam rangka sebagai bentuk kesiapan TNI, POLRI, dan instansi terkait lainnya untuk menghadapi bencana karhutla yang memang rawan terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) tiap tahunnya. Dampak karhutla itu sendiri bukan hanya dirasakan masyarakat Kalteng, tetapi bisa berimbas ke daerah atau negara lain, baik dalam segi kesehatan, perekonomian, maupun kerusakan lingkungan hutan.

Saat memberikan amanat, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, "Seperti diketahui, wilayah Provinsi Kalimantan Tengah memiliki kerawanan terhadap terjadinya bencana, salah satunya yang sering terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan, yang sudah menjadi agenda kalender kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) tahunan."

“Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Kalteng, akan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di Provinsi lain, bahkan sampai ke negara tetangga. Selain kabut asap yang secara langsung dapat mengganggu kesehatan masyarakat, karhutla juga menimbulkan kerugian ekonomi, khususnya kepada pemilik lahan maupun perkebunan yang dilanda bencana Karhutla,” imbuh Sugianto Sabran.

Oleh karena itu, Gubernur Sugianto menegaskan bahwa perlu adanya langkah-langkah pencegahan secara nyata, dalam bentuk kesiapan Satgas Karhutla, guna menyiagakan personel juga sarana prasarana yang akan digunakan untuk mengatasi bencana Karhutla di wilayah Kalteng. Terlebih lagi, Kalteng juga akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Juli ini, sebagaimana prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Melalui apel kesiapan ini diharapkan adanya kesiapan personel, berikut sarana dan prasarana pendukung dalam penanggulangan karhutla, sehingga siap untuk diterjunkan ke lapangan ketika musibah itu benar-benar terjadi. Namun demikian, kita semua wajib memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar musibah karhutla tidak terjadi di Kalteng,” ungkap Gubernur Kalteng.

"Prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG menjelaskan, bulan Juli memasuki awal musim kemarau di Provinsi Kalimantan Tengah, dan akan memasuki masa puncak kemarau pada bulan Agustus sampai September. (Untuk itu), mulai dari sekarang kita harus menyiapkan personel yang akan dilibatkan dalam penanggulangan karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga kita tidak terkejut ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan," beber Gubernur.

Gubernur Sugianto Sabran pun menekankan, ppaya penanggulangan Karhutla di Provinsi Kalteng harus dilaksanakan secara sinergis antara TNI, Polri, serta stakeholders (pemangku kepentingan) maupun potensi masyarakat lainnya, dan bertindak sebagai leading sector adalah BPBD yang ada di tingkat Provinsi dan kabupaten. "Dikarenakan peralatan dan sarana pendukung yang dimiliki masing-masing instansi dalam penanggulangan karhutla di Kalteng masih sangat terbatas, maka perlu ada partisipasi, kerjasama, dan koordinasi dari instansi terkait untuk menyiapkan peralatan dan satuan tugas penanggulangan karhutla, sesuai dengan tugas pokok dan tanggung jawabnya, sehingga siap digerakkan sewaktu-waktu ketika bencana Karhutla terjadi," jelas Gubernur Sugianto.

Lebih lanjut, untuk menghadapi tantangan tugas penanggulangan bencana Karhutla di Kalteng tahun 2020, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memberikan sejumlah arahan. Pertama, berikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik secara langsung dengan melibatkan para pemuka masyarakat maupun memanfaatkan sarana media sosial, agar masyarakat menyadari bahaya yang ditimbulkan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kedua, siapkan satgas penanggulangan bencana karhutla sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan peralatan pendukung lainnya. Ketiga, berikan bekal kemampuan secara teknis melalui kegiatan pelatihan bagi personil yang terlibat dalam Satgas Penanggulangan Karhutla sehingga tanggap mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam penanganan karhutla. Keempat, hindari timbulnya ego sektoral dalam penanganan karhutla serta tingkatkan koordinasi dan kerjasama yang sinergis dalam mengatasi persoalan yang timbul di lapangan. Kelima, jaga komitmen dan lakukan tindakan secara profesional bagi para pelaku karhutla sehingga bisa memberikan efek jera kepada masyarakat lain yang ingin membuka lahan dengan cara dibakar. Keenam, berdayakan segenap potensi masyarakat untuk berperan serta aktif dalam membantu penanggulangan karhutla di Kalteng.

Usai memimpin apel gabungan, Gubernur Sugianto Sabran bersama Kapolda Irjen Pol. Dedi Prasetyo meresmikan ruang Command Center Ditreskrimsus Polda Kalteng, yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Command Center yang dibangun tahun 2018 tersebut selesai direnovasi dan merupakan ruangan khusus yang akan digunakan dalam kegiatan pengelolaan Kamtibmas, khususnya dalam kegiatan Pemilu dan Karhutla 2019. Dari Command Center Gubernur bersempatan berkomunikasi dengan Kepala Posko Karhutla di berbagai wilayah di Kalteng melalui aplikasi Hanyaken Musuh yang dikembangkan Polda.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Danrem 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, Kabinda Brigjen Pol. Slamet Urip Widodo, Wakapolda Brigjen Pol. Indro Wiyono, Wakajati Marang, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para Pejabat Utama Polda Kalteng.

(Tulisan/Foto: DY/SOP/WP/DMR/FEN/ES)

Biro Protokol dan Komunikasi Publik Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah


Share