UPR Tuan Rumah Pertemuan BKS PTN Wilayah Barat Indonesia, Ini Harapan Gubernur Kalteng

UPR Tuan Rumah Pertemuan BKS PTN Wilayah Barat Indonesia, Ini Harapan Gubernur Kalteng

Share

Palangka Raya – Biro PKP. Universitas Palangka Raya (UPR) dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan Badan Kerjsama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Indonesia mulai tanggal 10 s.d 12 Januari 2019 di Palangka Raya.

Pertemuan Badan Kerjasama PTN Wilayah Barat Indonesia yang diikuti 32 Rektor PTN serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Bidang Akademik itu membahas berbagai persoalan antara lain rencana pemindahan Ibukota Pemerintahan Indonesia, di Bidang Akademik membahas persoalan ilmu pengetahuan, teknik proses belajar dan kegiatan penelitian serta Bidang Kerjasama membahas Daya Saing PTN dan Program Kuliah Kerja Nyata Bersama.

Wakil Rektor UPR Bidang Perencanaan dan Kerjasama Profesor Sulmin Gumiri mengatakan ada beberapa manfaat bagi UPR selaku penyelenggara Pertemuan BKS PTN Wilayah Barat tersebut. “Secara internal, akan membangkitkan semangat kebersamaan, solidaritas, sinergi, memantapkan dan mengembangkan UPR. Itu sesuai dengan cita-cita dan visi-misi Rektor UPR menuju PTN Berdaya Saing”, tegas Sulmin Gumiri.

Sekretaris Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Kemenristek DIKTI Dr.Ir.Agus Indarjo, M. Phil dalam Pertemuan BKS PTN Wilayah Barat tersebut menegaskan pentingnya upaya meningkatkan akreditasi institusi dan program studi Perguruan Tinggi. “Masyarakat masih membaca mutu suatu Perguruan Tinggi dari akreditasi institusi dan program studinya”, jelas Agus Indarjo.

Dijelaskan, sampai saat ini tercatat 4.539 Perguruan Tinggi dalam Skala Nasional, 83 Perguruan Tinggi diantaranya berakreditasi A dan hanya 3 Perguruan Tinggi yang masuk Skala Dunia sedangkan dari 27.000 Program Studi hanya ribuan saja sudah terakreditasi A. “Untuk itu peran Perguruan Tinggi sangat signifikan dalam mengejar itu, tidak hanya kebutuhan negara dan Kementerian tetapi juga dipastikan masyarakat akan ikut mendaftarkan anak-anaknya masuk PT. Keterbatasan PNS tidak mempengaruhi pengelolaan mutu Perguruan Tinggi, artinya memerlukan pemanfaatan anggaran yang lebih efektif untuk mengatasi instrumen atau variabel mana yang masih kurang”, tegas Agus Indarjo. 

Sementara itu gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Kalteng Fahrizal Fitri dalam Jamuan Makan Malam dan Ramah Tamah dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat di Hotel Swiss Bell Hotel Danum Palangka Raya, Kamis (10/01) mengungkapkan berbagai potensi, permasalahan dan tantangan yang dihadapi Kalimantan Tengah.

Disebutkan, wilayah Kalimantan Tengah yang luas masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, pendanaan dan SDM.“Kami di sini dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur, sumber pendanaan, SDM dan teknologi sehingga menghadapi tantangan dan permasalahan pembangunan yang cukup besar”, beber gubernur Kalteng.

Namun pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dengan dukungan seluruh rakyat dan bantuan pemerintah pusat terus berupaya mengatasi tantangan dan kendala pembangunan tersebut. “Kami sadar dengan keterbatasan yang ada, maka kami membuka diri terhadap dukungan dan partisipasi pihak luar maupun dalam negeri untuk membangun Kalteng, khususnya melalui hasil dan rekomendasi dari pertemuan tahunan para akademisi dan cerdik pandai Rektor dan Purek Bidang Akademik maupun Bidang Kerjasama PTN ini bermanfaat bagi semua pihak”, ujar Sugianto Sabran.

Gubernur Kalteng mengharapkan pertemuan BKS PTN Wilayah Barat ini dapat mendukung Visi Kemenristek Dikti yang sejalan dengan situasi terkini dan kemajuan bangsa dalam merespon Era Revolusi Industri 4.0. “Untuk itu pentingnya melakukan perubahan paradigma dan perilaku kita untuk selalu mengambil sikap setiap kesempatan dalam mencari informasi, belajar dan melakukan tindakan demi melindungi dan mengelola pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang memperhatikan kelestarian dan perlindungan lingkungan hidup”, tegas Gubenur Kalteng

Tim Komunikasi Publik Biro PKP Setda Provinsi Kalimantan Tengah


Share