Sekda Kalteng: Pengelolaan Lingkungan Hidup Dilakukan Terpadu

Sekda Kalteng: Pengelolaan Lingkungan Hidup Dilakukan Terpadu

Share

Palangka Raya – Biro PKP. Pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan aspek biofisik, sosial dan ekonomi yang disesuaikan dengan daya dukung lingkungan agar jasa ekosistem tersebut tetap optimal, mendapatkan hasil maksimal dan terus menerus dalam rangka mempertahankan kelestarian SDA bagi kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

“Untuk itu saya mengajak semua pihak secara bersama-sama mendukung pelaksanaan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan demi tercapainya pelaksanaan pengelolaan hutan yang lestari dan lingkungan hidup yang berkelanjutan sesuai tanggungjawab dan peran kita masing-masing”, ujar Sekda Kalteng Fahrizal Fitri ketika membuka Simposium dan Workshop Integrasi Penelitian Ekologi dan Etnografi Untuk Pengembangan Konservasi Yang Efektif Di Lingkungan Rungan, di Hotel Luwansa Palangka Raya, Selasa (02/07/2019).

Dijelaskan, hutan tropis Borneo termasuk salah satu lokasi keanekaragaman hayati dengan kekayaan biologis terbesar yang sangat terancam bahaya di dunia. Habitat yang ada di dalamnya mengalami kerusakan yang pesat dan besar akibat kegiatan manusia, kekeringan, kebakaran, pembalakan liar, pertambangan dan perkebunan industri yang menempatkan Indonesia posisi menjadi salah satu negara dengan kenaikan deforestasi terbesar secara global selama kurun abad 21.

Menurut Fahrizal Fitri, tantangan terbesar dalam penelitian konservasi di wilayah Rungan adalah mengembangkan metode yang ramah biaya untuk mendeteksi dan memantau tanggapan masyarakat ekologis terhadap perubahan antropogenis. “Salah satu jalan keluar yang mungkin dilakukan adalah mengidentifikasi dan mempelajari spesies-spesies indikator yang mudah terpantau dan populasi mana yang merefleksikan atau menjadi tolok ukur prediksi terhadap kondisi habitatnya”, beber Sekda Kalteng itu.

Kerjasama yang kuat antar para ilmuwan dan pemangku kepentingan setempat diharapkan mampu menumbuhkan konservasi yang efektif secara sosial dan  ekologis.

“Terbukti penelitian yang mencerminkan adanya keterlibatan pihak terkait dalam kegiatan awal dan dalam program konservasi secara keseluruhan yang menyelaraskan pengetahuan dan nilai-nilai pengambilan keputusan, dapat membawa hasil yang lebih baik”, ungkap Fahrizal Fitri.

Program kerjasama ini menargetkan bentang alam Rungan seluas 135.000 hektar itu meliputi wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Gunung Mas provinsi Kalimantan Tengah terdiri habitat-habitat primer dan sekunder yang bersinggungan dengan aktivitas kehutanan, pertanian dan pertambangan. “Kolaborasi penelitian nasional dan internasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia penelitian dan konservasi, mencegah dan mengurangi kerusakan lingkungan serta memberikan dampak positif bagi pengembangan masyarakat”, imbuh Fahrizal Fitri.

 Tim Komunikasi Publik Biro PKP Setda Provinsi Kalimantan Tengah


Share