Gubernur Sugianto Sabran Tegaskan Keberhasilan Otonomi Daerah Sangat Ditentukan Oleh Sumber Daya Manusia

Gubernur Sugianto Sabran Tegaskan Keberhasilan Otonomi Daerah Sangat Ditentukan Oleh Sumber Daya Manusia

Share

PALANGKA RAYA – BIRO PKP.  Peringatan Hari Otonomi Daerah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2019 dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah dengan Inspektur Upacara Gubernur Kalimantan Tengah H.Sugianto Sabran yang diikuti Pelajar SMA/MA, SMK dan Mahasiswa, ASN dan TNI/Polri, Kamis (02/05/2019)  .

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menegaskan keberhasilan pelaksanaan Otonomi Daerah akan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia sebagai pelaku utamanya.

Karena itu suatu keharusan bagi Aparatur Sipil Negara di daerah agar mampu memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota. “Keberhasilan Otonomi Daerah akan tergambarkan dalam laporan penyelenggaraan pemerintah daerah dan laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 13 tahun 2019 tentang Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah”, ungkap gubernur.

Otonomi Daerah memberikan solusi untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah yang seluas-luasnya melalui pengembangan kreativitas dan inovasi. “Muara dari pelaksanaan Otonomi Daerah adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dan partisipasi aktif masyarakat dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan dan keanekaragaman daerah”, beber Sugianto Sabran.

Disebutkan ada tiga prinsip yang berubah dalam Desentralisasi dan Otonomi Daerah yaitu mendorong budaya demokrasi, menumbuhkan iklim partisipasi aktif masyarakat dan pelayanan kepada masyarakat lebih efektif dan efisien.

Berkaitan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa proses Pemilihan Umum serentak jika dilihat dari sudut pandang pendidikan merupakan proses pembelajaran bagi setiap warga negara menuju kedewasaan dalam berdemokrasi. “Oleh karena itu sangat penting dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan agar terus mengembangkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada peserta didik sehingga peserta didik menyadari pentingnya peningkatan akses pelayanan bagi segenap anak bangsa”, jelas gubernur.

Pemerintah telah bersungguh-sungguh meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing terutama di daerah terluar, terdepan dan tertinggal.  Hal itu dibuktikan dengan terbangunnya sarana pendidikan disertai dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang mampu membuka keterisolasian wilayah dengan tujuan utamanya memberikan pelayanan kepada semua masyarakat untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang mudah dan berkualitas dalam rangka mewujudkan generasi muda yang memiliki keunggulan dan daya saing dalam menghadapi era persaingan global.

Disebutkan, pembangunan ke depan akan bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan Sumber Daya Manusia sehingga sektor pendidikan dan kebudayaan akan semakin menemukan urgensinya. Dalam perspektif ke depan, pembangunan sumber daya manusia Indonesia ditekankan pada dua penguatan yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam  memasuki dunia kerja dalam rangka menhyikapi hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih akan sangat mempengaruhi cara berfikir dan perilaku peserta didik”, ungkapSugianto Sabran.

Sumber Daya Manusia yang berkualitas akan menjadi tumpuan masa depan bangsa dan Negara. Untuk itu,  generasi yang harus berkarakter dan berbudaya, bebas dari narkoba, cerdas, mandiri dan kreatif sehingga menjadi generasi yang siap menerima estafet kepemimpinan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

Upacara Peringatan HUT Otda bersamaan dengan Peringatan Hardiknas dan Harkitnas Tingkat Provinsi Kalteng 2019 itu dimeriahkan dengan atraksi Marching Band Pelajar SMU Muhammadiyah dan SMUN 1 Palangka Raya yang diakhiri dengan tarian massal “Kenyah” dibawakan 3.000 Pelajar SMA dan SMK se-Kota Palangka Raya.

Tim Komunikasi Publik Biro PKP Setda Provinsi Kalimantan Tengah


Share